Sesungguhnya satu Malaikat yang ada di sebuah pintu dari pintu-pintu langit berkata: 'Barangsiapa meminjamkan pada satu hari ini, maka akan dibalas pada esok hari, dan satu Malaikat lainnya yang ada di pintu lain berkata: 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak dan segera hancurkanlah (harta) orang yang kikir.'" [9] Untukdiketahui, para Malaikat senantiasa mendoakan orang-orang yang berbuat baik dan beramal saleh. Dalam satu hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi, Allah memuji hamba-hamba-Nya yang bersedekah. Rasulullah SAW bersabda: "Dunia itu untuk 4 jenis hamba: Yang pertama, hamba yang diberikan rezeki oleh Allah serta kepahaman terhadap ilmu agama. DoaSedekah agar Diterima Allah SWT dan Keutamaannya. Sedekah bukanlah suatu amalan yang hanya memberikan manfaat untuk diri sendiri dalam bentuk pahala. Kemudian, bacalah doa di atas agar sedekah kita bisa diterima oleh Allah Swt. Ketika bersedekah di tengah perjalanan, jangan lupa panjatkan doa ini agar sedekah semakin berkah. Dipagi hari, ada dua malaikat yang mendoakan orang-orang yang bersedekah dan yang pelit. Doa para malaikat adalah doa yang tak terhijab. Manfaatkan waktu pagi dengan sedekah. B agi seorang lelaki muslim, shalat Subuh berjamaah di masjid (shalat tepat waktu di rumah bagi perempuan)) akan mendapat jaminan surga dari Allah. DariAbi Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda. "Sesungguhnya seorang Malaikat yang ada di sebuah pintu dari pintu-pintu langit, berkata: 'Barangsiapa meminjamkan pada hari ini, maka akan dibalas pada hari nanti.'. Dan seorang Malaikat lagi yang berada pada pintu yang lain berkata Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, "Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah pada keluarga)." Malaikat yang lain berdoa, "Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah)," (HR. Bukhari no. 1442 dan Muslim no. 1010). Malaikatyang lain berdoa, "Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah." (HR Bukhari dan Muslim). Sedekah juga merupakan bagian dari ungkapan rasa syukur atas rezeki yang sudah diberikan Allah SWT. Dalam Q.S Al Baqarah ayat 254 Allah berfirman: Salahsatu malaikat berdoa "Ya Alloh berikanlah ganti bagi orang-orang yang bersedekah". Dan malaikat satunya juga berdoa "Ya Alloh berikanlah kerusakan orang-orang yang menahan harta miliknya". Dari hadist itulah kita menjadi tahu waktu yang utama untuk bersedekah, yaitu sedekah subuh. Baca juga: Sedekah Online Bersama Yayasan Rumah Infaq. 5zbhH. JAKARTA-Malaikat mahluk ciptaan Allah SWT yang tidak memiliki keinginanan nafsu dan mereka tidak makan, dan minum seperti halnya manusia. Meski demikian malaikat selalu mendoakan orang-orang yang taat kepada Allah Islam dan tetunya doa malaikat pasti ijabah, karena ia tidak ada doa para malaikat mendoakan orang-orang yang beriman diabadikan Allah SWT dalam surat Gafir ayat 7-9. Ayat 7 الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ Artinya"Malaikat-malaikat yang memikul 'Arasy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman seraya mengucapkan. "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala."Ayat 8 رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْArtinya "Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."Ayat 9 وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ وَمَنْ تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ "Dan peliharalah mereka dari balasan kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari pembalasan kejahatan pada hari itu, maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar."Ibnu Katsir dalam tafsirnya, bahwa Allah Swt. menceritakan tentang malaikat yang terdekat dengan-Nya dari kalangan malaikat pemikul 'Arasy, yang semuanya ada empat, juga para malaikat Karubiyyin yang ada di sekitarnya. Bahwa mereka selalu bertasbih dan memuji Tuhan mereka, yakni mereka membarengkan tasbih yang artinya menafikan segala kekurangan dari Allah Swt. dan tahmid pujian yang artinya mengukuhkan sifat-sifat yang terpuji bagi Allah Swt.{وَيُؤْمِنُونَ بِهِ}"mereka beriman kepada-Nya. Al-Mu’min 7Yakni tunduk patuh kepada-Nya dengan rendah diri di hadapan-Nya, dan bahwa mereka{يَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا}"memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman." Al-Mu’min 7Ibnu Katsir mengatakan, dari kalangan penduduk bumi, yaitu orang-orang yang beriman kepada yang gaib. Allah Swt. telah menugaskan kepada malaikat-malaikat yang terdekat agar mendoakan kaum mukmin tanpa sepengetahuan mereka. "Mengingat hal ini merupakan watak dari para malaikat, maka mereka selalu mengamini doa seorang mukmin kepada saudara semukminnya tanpa sepengetahuannya," yang telah disebutkan di dalam kitab Sahih Muslim melalui salah satu hadisnya yang mengatakan"إِذَا دَعَا الْمُسْلِمُ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ قَالَ الْمَلَكُ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلِهِ""Apabila seorang muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan yang bersangkutan, maka malaikat mengamininya dan mendoakan, "Semoga bagimu hal yang semisal." DO’A PARA MALAIKAT BAGI ORANG YANG BERINFAK AGAR MEREKA MENDAPATKAN PENGGANTI ATAS APA YANG DIINFAKKANNYAOleh Dr. Fadhl Ilahi bin Syaikh Zhuhur IlahiDi antara orang-orang yang mendapatkan do’a dari para Malaikat adalah orang-orang yang selalu berinfak di jalan kebaikan, dan di antara dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah1. Imam al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabdaمَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيْهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا. وَيَقُوْلُ اْلآخَرُ اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا.Tidak satu hari pun di mana pada pagi harinya seorang hamba ada padanya melainkan dua Malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkata Ya Allah, berikanlah ganti[1] bagi orang yang berinfak.’ Dan yang lainnya berkata Ya Allah, hancurkanlah[2] harta orang yang kikir.’”[3]Di antara hal yang bisa kita fahami dari hadits di atas bahwa ash-Shaadiqul Mashduuq, yaitu Nabi kita Shallallahu alaihi wa sallam mengabarkan bahwa sesungguhnya para Malaikat berdo’a agar Allah Subhanahu wa Ta’ala menggantikan harta orang yang al-Aini ketika menjelaskan hadits tersebut berkata “Makna khalaf adalah pengganti, sebagaimana dalam sebuah ungkapan Akhlafallaahu khalfan’ maknanya adalah semoga Allah menggantikannya.”[4]Al-Mulla Ali al-Qari ketika menjelaskan hadits ini berkata “Khalaf maknanya adalah pengganti yang sangat besar, sebuah pengganti yang baik di dunia dan berupa balasan di akhirat, dalam hal ini Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirmanوَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang sebaik-baiknya.” [Saba/34 39][5]Al-Allamah al-Aini menjelaskan faidah-faidah yang dapat diambil dari hadits tersebut dengan perkataan “Dan di dalamnya ada do’a Malaikat, sedangkan do’a Malaikat adalah sebuah do’a yang akan selalu dikabulkan dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam Barangsiapa yang ucapan aminnya itu tepat dengan ucapan amin para Malaikat, maka diampuni dosanya yang telah lalu.”[6]Dan yang dengan dimaksud dengan infak, sebagaimana yang diungkapkan oleh para ulama, adalah infak dalam ketaatan, infak dalam akhlak yang mulia, infak kepada keluarga, jamuan tamu, shadaqah dan lain-lain yang tidak dicela dan tidak termasuk kategori pemborosan.[7]2. Para Imam, yaitu Ahmad, Ibnu Hibban dan al-Hakim meriwayatkan dari Abud Darda’ Radhiyallahu anhu, ia berkata “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabdaمَا طَلَعَتْ شَمْسٌ قَطُّ إِلاَّ بُعِثَ بِجَنْبَتَيْهَا مَلَكَانِ يُنَادِيَانِ، يُسْمِعَانِ أَهْلَ اْلأَرْضِ إِلاَّ الثَّقَلَيْنِ يَا أَيُّهَا النَّاسُ هَلُمُّوْا إِلَى رَبِّكُمْ فَإِنَّ مَا قَلَّ وَكَفَى خَيْرٌ مِمَّا كَثُرَ وَأَلْهَى. وَلاَ آبَتْ شَمْسٌ قَطُّ إِلاَّ بُعِثَ بِجَنْبَتَيْهَا مَلَكَانِ يُنَادِيَانِ يُسْمِعَانِ أَهْلَ اْلأَرْضِ إِلاَّ الثَّقَلَيْنِ اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَأَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا.Tidaklah matahari terbit melainkan diutus di dua sisinya dua Malaikat yang berseru, semua penduduk bumi mendengarnya kecuali jin dan manusia, mereka berdua berkata Wahai manusia menghadaplah kalian kepada Rabb kalian, karena yang sedikit dan cukup itu tentu lebih baik daripada yang banyak tetapi digunakan untuk foya-foya. Dan tidaklah matahari terbenam melainkan diutus di antara dua sisinya dua Malaikat yang berseru, semua penduduk bumi mendengarnya kecuali jin dan manusia, mereka berdua berkata Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak, dan hancurkanlah harta orang yang kikir.’”[8]3. Dua Imam, yaitu Ahmad dan Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabdaإِنَّ مَلَكًا بِبَابٍ مِنْ أَبْوَابِ السَّمَاءِ يَقُوْلُ مَنْ يُقْرِضِ الْيَوْمَ يُجْزَى غَدًا وَمَلَكًا بِبَابٍ آخَرَ يَقُوْلُ اَللَّهُمَّ أَعْطِ لِمُنْفِقٍ خَلَفًا وَعَجِّلْ لِمُمْسِكٍ تَلَفًا.“Sesungguhnya satu Malaikat yang ada di sebuah pintu dari pintu-pintu langit berkata Barangsiapa meminjamkan pada satu hari ini, maka akan dibalas pada esok hari, dan satu Malaikat lainnya yang ada di pintu lain berkata Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak dan segera hancurkanlah harta orang yang kikir.’”[9]Imam Ibnu Hibban memberikan bab bagi hadits ini dengan judul “Do’a Malaikat bagi Orang yang Berinfak dengan Pengganti dan Bagi Orang yang Kikir agar Hartanya Dihancurkan.”[10]Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita orang-orang yang selalu berinfak, yang dido’akan dengan pengganti oleh para yaa Dzal Jalaali wal Ikraam.[Disalin dari buku Man Tushallii alaihimul Malaa-ikatu wa Man Talanuhum, Penulis Dr. Fadhl Ilahi bin Syaikh Zhuhur Ilahi, Judul dalam Bahasa Indonesia Orang-Orang Yang Di Do’aka Malaikat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir] ______ Footnote [1] Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata “Pengganti itu lebih baik disamarkan agar mencakup pengganti dalam bentuk harta dan pahala, karena berapa banyak orang yang berinfak, dia wafat sebelum mendapatkan balasan berupa harta di dunia, maka penggantinya adalah berupa pahala di akhirat, atau dia dihalangi dari kejelekan.” Fat-hul Baari III/305 [2] Redaksi dengan ungkapan pemberian hanya merupakan gaya bahasa saja, karena jika harta itu dihancurkan, maka sesungguhnya hal tersbut bukanlah sebuah pemberian. Ibid [3] Muttafaq alaih. Shahiih al-Bukhari kitab az-Zakaah bab Qau-luhu Ta’ala Fa Amma Man A’thaa wat Taqaa wa Shaddaqa bil Husnaa III/304 no. 1442 dan Shahiih Muslim kitab az-Zakaah bab Fil Munfiq wal Mumsik II/700 no 1010 57. [4] Umdatul Qaarii VIII/307. [5] Mirqaatul Mafaatiih IV/366. [6] Umdatul Qaari’ VIII/307. [7] Lihat Syarh an-Nawawi VII/95. [8] Al-Musnad V/197 cet. Al-Maktab al-Islami, al-Ihsaan fii Taqriibi Shahiih Ibni Hibban kitab az-Zakaah bab Shadaqatut Tathawwu’, Dzikrul Akhbaar ammaa Yajibu alal Mar-i min Tawaqqu’il Khilaaf fiimaa Qaddama li Nafsihi, wa Tawaqqu’ Dhiddahu idzaa Amsaka VIII/121-122 no. 3329 dan al-Mus-tadrak alash Shahiihain kitab at-Tafsiir II/445. Al-Imam al-Hakim berkata, “Ini adalah hadits yang sanad-nya shahih, tetapi tidak diriwayatkan oleh keduanya al-Bukhari dan Muslim.” Ibid Ungkapan tersebut disepakati oleh adz-Dzahabi lihat kitab at-Takhliish II/445. Al-Hafizh al-Haitsami berkata “Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dan perawinya adalah perawi yang shahih.” Majma’uz Zawaa-id III/122. Hadits ini dishahihkan oleh al-Albani. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihhah no. 444 dan Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib I/456 [9] Al-Musnad II/305-306 cet. Al-Maktab al-Islami dan al-Ihsaan fii Taqriibi Shahiih Ibni Hibban kitab az-Zakaah bab Shadaqatut Tathawwu’ VIII/124 no. 3333, dengan lafazh darinya. Syaikh Ahmad Syakir mengomentari sanad hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, beliau berkata “Sa-nadnya shahih.” Catatan pinggir kitab al-Musnad XV/196 Syaikh Syu’aib al-Arna-uth mengomentari sanad hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, beliau berkata “Isnad-nya shahih berdasarkan syarat perawi Muslim.” Catatan pinggir kitab al-Ihsaan VIII/124 [10] Al-Ihsaan fii Taqriibi Shahiih Ibni Hibban VIII/124.